(024) 8508083

UPT TIK
Universitas Negeri Semarang
7 January 2019

Sejarah UPT TIK

Sebelum BPTIK kita kenal seperti saat ini, kantor yang membawahi tiga devisi yakni Data dan Informasi, Infrastruktur, Layanan Teknologi Informasi dan Komunikasi ini sempat berganti nama hingga empat kali.

Dimulai sejak berdirinya sekitar tahun 1984 hingga 1994 kita kenal dengan PUSKOM, kemudian berubah untuk tahap kedua yakni tahun 1994 dengan nama UPT Komputer, namun sekitar enam tahun UPT Komputer berubah kembali sejak 2010 menjadi UPT PTIK, karena UPT PTIK hanya beberapa bulan saja dan selanjutnya kembali berubah nama menjadi Badan PTIK atau  sering kita dengar  BPTIK sejak 21 Februari 2011 hingga sekarang.

Nama-nama pejabat di Unit komputer ini pun juga mengalami beberapa periode perubahan. Sejak berdiri pertama kali unit ini dipimpin oleh Drs. Iswoyo PIA (alm) hingga tahun 1994. Jabatan Kepala- Ketua yang selanjutnya yakni oleh Drs. Budi Naini Mindyarto M.App.Sc yang menjabat sejak 1 April 1995 hingga 1 April 1999 dan kemudian dilantik kembali untuk periode kedua sejak 28 Desemeber 1999 sampai 30 Januari 2004. Pada 4 Februari 2006 UPT Komputer dipimpin oleh Prof. Dr.rer.nat. Wahyu Hardyanto M.Si hingga 29 Juli 2011 saat itu nama UPT Komputer berubah menjadi UPT PTIK. Periode berikutnya yaitu Sugiyanto S.Pd., M.Si  yang dilantik sejak 27 Juli 2011 hingga sekarang di BPTIK seperti yang kita tahu. Jajaran sekertaris di unit yang dulu masih disebut sebagai UPT Komputer ini pun, baru mengalami 2 kali masa perubahan. Sejak 2004 hingga 2008 jabatan sekretaris ini dipegang oleh Prof. Dr. St. Budi Waluya M.Si dan selanjutnya digantikan oleh Dr. Djunaidi MT yang menjalani masa jabatan hingga tahun 2009.

Selaku Kasubbag TU yang dimulai dengan masa jabatan pertama yakni 23 Januari 1995 hingga 21 Desember 1999 oleh Drs. M. Alimin Indrapradja M.M yang sekarang sudah pensiun, selang beberapa waktu  kasubbag TU dipegang  oleh Drs. Budi Rahardjo M.Pd yang memulai masa jabatan 6 Juli 2004 sampai 30 Juli 2007,  dan selanjutnya digantikan oleh Dra. Nunuk Arumiyati sejak 30 Juli 2007 sampai 2009. Dari tahun 2009 hingga sekarang jabatan Kasubbag TU masih dipegang oleh Yohana Endang Trirahayu, S.Pd

Dahulu para satgas di puskom masih berjumlah sedikit dibawah pimpinan Drs. Iswoyo PIA (alm)

Suasana demo program baru di puskom (dulu 1987) di bawah pimpinan Bp. Iswoyo (Alm). Dulunya para pegawai di puskom, masih dikenal dengan nama satgas Komputer. Demo program pada gambar di samping dilakukan di kampus IKIP Kelud. Dalam foto, dari depan Bp. Ahmad Sofyan, Bp. Wahyu Hardiyanto, Bp. Hartono, Bp. Wardi, dan Bp. Budi Naini.

Dahulu sistem registrasi mahasiswa masih manual, dari puskom kita menerima data para mahasiswa, yang kemudian kita input satu persatu ke dalam program Cobol, DBASE,FOXPRO.  Jauh berbeda dengan sistem registrasi mahasiswa pada tahun sekarang ini, yang jauh lebih mudah dan praktis, melalui sistem Online dengan program SIKADU. Seperti gambar yang terlihat berikut ini adalah sistem registrasi mahasiswa  di kampus  IKIP Kelud. Dalam foto ( Bp. Budi Naini, Bu. Saliyah, yang berdiri Bp Hartono dan Bu. Hartini)

Sekitar pertengahan November 1993, Puskom mulai dikenal dengan UPT Komputer di bawah pimpinan Bp. Budi Naini selaku pimpinan dan Bp. Indrapraja selaku Kasubag.

Tahun 2011, kembali berubah nama menjadi Badan Teknologi Informasi dan Komunikasi, di bawah pimpinan Bp Sugiyanto S.Pd.,M.Si yang sempat memimpin sampai April 2015 kemudian dilanjutkan Prof. Dr. Supriyadi yang hanya menjabat sekitar setahun sampai awal tahun 2017. Berakhirnya masa jabatan Prof Pri tersebut bersamaan dengan berubah kembali nama BPTIK menjadai UPT TIK sampai sekarang di bawah kepemimpinan Bp Mona Subagja.

Ketika kita putar memori kita ketika zaman puskom, nyaris perbedaan sangat besar yang terjadi dibanding dengan kondisi BPTIK sekarang ini. Puskom belum mendapat perhatian oleh masyarakat Unnes pada umumnya. Sistem yang dihasilkan pun tidak semaju seperti yang sekarang. Registrasi mahasiswa, pengisian KRS, sampai semua yang berhubungan dengan perkuliahan masih berjalan manual. Antar data yang satu dan yang lainnya belum saling terhubung. Jadi tingkat kesusahan para satagas puskom saat itu masih sangat tinggi.

[ngg src=”galleries” ids=”2″ display=”basic_slideshow”]